Selasa, 19 Januari 2010

SIKAP AMANAH ITU PENTING

Amanah dapat diartikan sebagai suatu sikap yang dapat dipercaya oleh orang yang memberikan kepercayaan tersebut. Dapat pula berarti tidak mengkhianati dalam pengertian apapun. Dalam pertemanan, hubungan kerja atau bahkan bisnis sekalipun.

Sulit rasanya percaya kepada seseorang yang sudah kita ketahui tidak dapat memegang amanah alias sudah pernah berkhianat kepada kita. Terlebih itu dilakukan oleh seseorang yang sudah kita kenal baik sebelumnya.

Sadarkah orang tersebut ketika melakukan perbuatan tercela tersebut? Mengertikah dia akan dampak buruk yang dapat diakibatkan oleh sikapnya tersebut? Mungkin jawabannya ya dan tidak.

Ya, dia tahu bahwa perbuatannya itu salah namun karena tidak dapat menahan godaan maka dia rela berkhianat dan melanggar amanah atau janjinya.

Tidak, dia memang tidak pernah tahu bahwa akibat perbuatannya tersebut kelancaran hidupnya di masa mendatang menjadi terancam.

Dalam segala bentuk hubungan, sikap amanah itu sangat penting untuk melanggengkan hubungan tersebut. Contoh berikut mungkin dapat dijadikan sebuah renungan :

1. Hubungan suami dan istri

Dalam kehidupan berumah tangga, kesetiaan pasangan adalah hal yang paling didambakan dibandingkan hal-hal yang lain. Tidak ada artinya sikap manis ataupun romantic dari suami/istri apabila salah satu atau keduanya tidak setia. Kesetiaan disini adalah sebuah amanah yang diberikan Tuhan pada saat berjanji di saat ijab kabul atau akad nikah. Dapat dipastikan hubungan suami istri ini akan rusak apabila masing-masing atau salah satu tidak dapat memegang amanah. Dengan bahasa lain yang lebih popular sekarang yaitu selingkuh.

2. Hubungan orangtua dan anak

Seorang anak yang pernah melanggar janji kepada orang tuanya pasti sulit bagi orangtuanya untuk mempercayainya di kemudian hari kelak. Bahkan terkadang sampai anak tersebut berumah tangga pun, cap sebagai anak yang kurang dapat dipercaya masih melekat. Ketidakpercayaan orangtua terhadap anak tentu saja akan menyulitkan anak tersebut untuk mendapat fasilitas lebih dari orangtuanya.

Sebaliknya orangtua yang suka melanggar janji kepada anaknya, juga akan menimbulkan trauma pada anak sampai dia dewasa. Seringkali orangtua tanpa sadar menjanjikan sesuatu kepada anaknya dengan mudah tanpa pernah bisa mewujudkan janjinya tersebut.

Hubungan antara orangtua dan anak atau sebaliknya pasti tidak akan harmonis lagi apabila sikap amanah ini tidak dipegang erat-erat oleh keduanya.

3. Hubungan pertemanan

Sebuah ikatan persahabatan akan rusak dan bubar apabila salah satu dari mereka berkhianat. Berbohong dalam bentuk apapun atau sekecil apapun pasti akan sangat menyakitkan sahabatnya. Dan untuk selanjutnya dia tidak akan dipercaya lagi sebagai teman atau sahabat. Dan apabila predikat ini diketahui oleh pihak lain maka hal ini juga menutup kemungkinan dia untuk menjalin pertemanan dengan orang lain. Alangkah sepinya dunia ini bagi dia bila tidak memiliki teman sama sekali.

4. Hubungan Kerja, Bisnis atau Kerjasama Usaha

Seorang bawahan yang menyalahgunakan wewenang yang diberikan oleh atasannya tentu tidak akan dapat dipercaya lagi di kemudian hari dan akan kemungkinan dia akan dikeluarkan dari pekerjaannya.

Seorang partner atau mitra usaha tidak akan lagi dijadikan mitra apabila diketahui pernah berkhianat atau melanggar janji terlebih dalam hal keuangan. Tentu saja ini akan merugikan dirinya sendiri di kemudian hari karena tidak ada lagi orang yang mempercayakan usahanya kepadanya.

Lantas, apa pandangan agama dalam sikap amanah ini? Sebagai seorang muslim, pesan yang didapat dari sebuah Hadits Rasullullah SAW tentang sikap ini adalah bahwa sikap amanah adalah salah satu sikap yang dicontohkan oleh Nabi besar tersebut. Dan tidak ada satu ajaranpun yang membenarkan sikap khianat dalam hubungan bentuk apapun. Khianat itu perbuatan dosa.

Seandainya sikap amanah dimiliki oleh semua elemen masyarakat termasuk para pejabat negara, maka tentunya negara ini tidak termasuk sebagai negara yang paling tinggi tingkat korupsinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar